Jumat, 18 Januari 2013

tulisan 18 (teori organisasi umum)


Mari belajar dari Bangsa Jepang

KEBANGKITAN jepang pasca perang dunia II serta gempa dan tsunami yang melanda beberapa lalu bukanlah keajaiban. Bila di perhatikan, negeri matahari terbit ini memiliki etos kerja, semangat juang, dan disiplin yang tinggi.

Ingin tahu apa rahasianya ?? sebenarnya bangsa jepang juga memiliki beberapa nilai yang di terapkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu bushido, kai zen, keisan, dan kedisiplinan ala samurai.

Bushido        = kerja keras
Kai zen        = komitmen
Keisan          = kesinambungan dan kesungguhan dengan minat yang tinggi.

Sedangkan tradisi bunuh diri para samurai yang gagal menjalankan tugas mungkin terdengar mengerikan bagi sebagian orang. Namun, di baliknya tersimpan nilai luhur yang bisa di pelajari, yaitu berani mempertanggungjawabkan perbuatan bila melakukan kesalahan atau kekalahan. Sikap ini membuat bangsa jepang memiliki dan menjaga harga diri. Alhasil, jepang menjadi bangsa yang tak mudah menyerah meskipun banyak halangan yang menghadang.

Kelebihan bangsa jepang lainnya adalah mandiri. Jarang di temukan  mahasiswa jepang yang masih meminta uang kepada orang tuanya. Tidak sedikit mahasiswa jepang yang memiliki pekerjaan sampingan untuk biaya sekolah atau biaya kehidupan sehari-hari. Secara tidak langsung, hal ini juga membentuk bangsa jepang sebagai bangsa berkembang secara mandiri tanpa mengandalkan banyak bantuan dari negara lain.

Satu lagi sikap bangsa jepang yang bisa kita tiru, yaitu kebiasaan membaca. Dimana pun anda berada di jepang, orang yang membaca menjadi pemandangan biasa. Di kereta api, taman kota, atau mengantre di bank. Kebiasaan membaca memang telah di ajarkan sejak kecil. Nilai-nilai positif dari bangsa jepang inilah yang patut kita contoh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar