Penguasaan dwibahasa penting
Menjelang usia
lanjut, kemampuan untuk mengerjakan tugas-tugas yang kompleks dan beradaptasi
dengan lingkungan baru menurun. Namun, pengenalan dwibahasa sejak usia dini
dapat membantu menjaga agar kemampuan otak di usia lanjut tetap baik, bahkan
kemampuan berfikir meningkat.
Penelitian yang di
buat dalam journal of neuroscience, rabu (9/1), menunjukan orang berumur lebih
dari 60 tahun yang sejak kecil menggunakan dwibahasa dapat beralih dari satu
tugas ke tugas lain lebih cepat di bandingkan yang sejak kecil hanya menguasai
satu bahasa..
”orang usia lanjut yang menguasai dwibahasa lebih efisien dalam menggunakan otak.”
kata peneliti brian gold dari sekolah kedokteraan universitas Kentucky di Lexington, amerika serikat. Dalam konteks Indonesia, dwibahasa tidak harus bahasa Indonesia dan bahasa asing, tetapi juga bahasa daerah dengan bahsa Indonesia atau antara bahasa ibu dengan bahasa asing. Riset sebelumnya menggambarkan daerah otak yang berperan dalam perpindahan satu bahasa ke bahasa lain sama dengan daerah otak yang di gunakan untuk berganti mngerjakan satu tugas dengan tugas lain . penelitian lain menunjukan, penguasaan dwibahasa dapat mengurangi kemampuan kognitif akibat penyakit Alzheimer.
”orang usia lanjut yang menguasai dwibahasa lebih efisien dalam menggunakan otak.”
kata peneliti brian gold dari sekolah kedokteraan universitas Kentucky di Lexington, amerika serikat. Dalam konteks Indonesia, dwibahasa tidak harus bahasa Indonesia dan bahasa asing, tetapi juga bahasa daerah dengan bahsa Indonesia atau antara bahasa ibu dengan bahasa asing. Riset sebelumnya menggambarkan daerah otak yang berperan dalam perpindahan satu bahasa ke bahasa lain sama dengan daerah otak yang di gunakan untuk berganti mngerjakan satu tugas dengan tugas lain . penelitian lain menunjukan, penguasaan dwibahasa dapat mengurangi kemampuan kognitif akibat penyakit Alzheimer.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar