Kamis, 18 Oktober 2012

tugas 2 (teori organisasi umum)


TEORI-TEORI ORGANISASI :
TEORI KLASIK

Teori-teori organisasi klasik adalah teori-teori yang berkembang di akhir abad 18, pada periode yang sering disebut Revolusi Industri , yang awalnya dimulai di  Inggris.
MenurutHatch (1997:27) , pada Periode Klasik terdapat dua kelompok besar ahli pemikir organisasi.
Pertama  ,pemikir-pemikir aliran sosiologis yang mencoba mendeskripsikan dan menganalisa perubahan struktur organisasi dan peran-peran di dalamnya  ,serta implikasinya terhadap dunia sosial yang lebih luas. Disini kita bertemu antara lain dengan nama-nama seperti Emile Durkheim , MaxWeber , dan KarlMarx .(aliranHumanis)
Kedua , pemikir-pemikir aliran administrasi dan manajemen yang lebih menitik-beratkan kepada masalah –masalah praktis yang dihadapi para pengelola organisasi pabrik dalam menjalankantugasnya. Disini antara lain terdapat Frederick Taylor , Henry Fayol , dan Chester Barnard. (alirans cientifict)

Pandangan teori klasik mengenai organisasi berdasarkan asumsi sebagai berikut:

  1. Organisasi ada terutama untuk menyelesaikan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.
  2. Bagi suatu organisasi, ada struktur yang tepat bagi tujuan, lingkungan, teknologi dan partisipannya.
  3. Pekerjaan organisasi paling efektif bila ada tantangan lingkungan dan kepentingan pribadi terhalang oleh norma-norma rasionalitas.
  4. Spesialisasi akan meningkatkan taraf keahlian dan performan individu.
  5. Koordinasi dan kontrol paling baik melalui praktik otoritas dan aturan-aturan yang tidak bersifat pribadi.
  6. Struktur dapat dirancang secara sistematis dan dapat dilaksanakan.
  7. Masalah-masalah organisasi biasanya merefleksikan struktur yang tidak tepat dan dapat diselesaikan melalui perancangan dan pengorganisasian kembali (Bolman, 1988).

Ahli-ahli teori klasik cenderung melihat organisasi sebagai sistem yang tertutup secara relatif, dalam mengejar tujuan-tujuan yang telah dinyatakan. Di bawah kondisi tersebut, organisasi dapat bekerja secara rasional dengan tingkat kepastian dan kemampuan memperkirakan. Jika organisasi sangat tergantung kepada lingkungan maka organisasi akan terus menerus dipengaruhi atau terganggu oleh lingkungan. Untuk mengurangi gangguan dari lingkungan, bermacam-macam mekanisme struktural yang diciptakan untuk melindungi aktivitas pokok dari keterombang-ambingan dan ketidakpastian (Thomson, 1967).

Alat untuk melindungi organisasi dan untuk mengurangi ketidaksanggupan memperkirakan di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Pengkodean, menciptakan skema klasifikasi bagi input.
  2. Penimbunan barang, menyimpan bahan mentah dan hasil produksi sehingga input dan output dapat diatur.
  3. Penyamarataan, memotivasi pemberi suplai untuk memberikan input atau menentukan permintaan bagi output.
  4. Meramalkan, memperkirakan perubahan dalam permintaan.

Pertumbuhan, berusaha keras untuk mencapai tingkat ekonomi tertentu yang akan memberi organisasi pengaruh melalui lingkungan.

TEORI ORGANISASI KLASIK

Konsep-konsep tentang organisasi sebenarnya telah berkembang mulai tahun 1800-an, dan konsep-konsep ini sekarang dikenal sebagai teori klasik (classical theory ) atau kadang-kadang disebut dengan teori tradisional. Teori klasik berkembang dalam tiga aliran yaitu : birokrasi , teori administrasi, dan manajemen alamiah.

Birokrasi dikembangkan dari ilmu sosiologi. Sedangkan teori administrasi dan manajemen ilmiah dikembangkan langsung dari pengalaman praktek manajemen. Teori administrasi memusatkan diri pada aspek makro dari organisasi. Aliran manajemen ilmiah member tekanan pada karyawan dan mandor dalam kegiatan perusahaan, atau elemen mikro sebagai suatu bagian dari proses kerja. Teori klasik mendefinisikan organisasi sebagai struktur hubungan, kekuassan-kekuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan factor-faktor lain yang terjadi bila orang bekerjasama.

 

TEORI BIROKRASI

Teori ini dikemukakan secara jelas. Model organisasi birokrasi ini mempunyai karakteristik - karakteristik structural tertentu yang dapat dikemukakan di setiap organisasi kompleks dan modern. Weber mengemukakan karakteristik-karakteristik birokrasi sebagai berikut :

1. Pembagian kerja yang jelas.

2. Hirarki wewenang yang dirumuskan secara baik.

3. Program rasional dalam pencapaian.

4. Sisitem prosedur bagi penanganan situasi kerja.

5. System aturan yang mencangkup hak-hak dan kewajiban-kewajiban posisi para pemegang jabatan.

6. Hubungan-hubungan antar pribadi yang sifatnya “impersonal”.

Jadi birokrasi adalah sebuah model organisasi normative, yang menekankan struktur dalam organisasi.

 

TEORI ADMINISTRASI

Teori administrasi adalah bagian kedua dari teori organisasi klasik. Teori ini sebagian besar dikembangkan atas dasar sumbangan Henri Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa, serta Mooney dan Reiley di Amerika.

Henry Fayol

Henry Fayol seorang industralis dari perancis pada tahun 1916 telah menulis masalah-masalah tehnik dan administrasi dalam bukunya yang terkenal Administration Industrielle et Generale (Administrasi Industri dan Umum). Fayol menyatakan bahwa semua kegiatan-kegiatan industrial dapat dibagi menjadi 6(enam) kelompok :

1. Kegiatan-kegiatan tehnikal

2. Kegiatan-kegiatan komersial

3. Kegiatan-kegiatan financial

4. Kegiatan-kegiatan keamanan

5. Kegiatan-kegiatan akutansi

6. Kegiatan-kegiatan manajerial

Fayol juga mengemukakan dan membahas 14 (empat belas) kaidah manajemen yang menjadi dasar perkembangan teori administrasi, yaitu :

1. Pembagian kerja (division work)

2. Wewenang dan tanggung jawab (authority and responsibility)

3. Disiplin (discipline)

4. Kesatuan perintah (unity of command)

5. Kesatuan pengarahan (unity of direction)

6. Mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi (subordination of individual interest to general interest)

7. Balas jasa (remuneration of personnel)

8. Sentralisasi (centralization)

9. Rantai scalar (scalar chain)

10. Aturan (order)

11. Keadilan (equity)

12. Kelanggengan personalia (stability of tenure of personnel)

13. Inisiatif (initiative)

14. Semangat korps (esprit de corps)

Disamping itu, fayol memerinci fungsi-fungsi kegiatan administrasi menjadi “elemen-elemen manajemen” yang juga dikenal dengan Fayol’s Functionalism atau teori fungsionalisme Fayol , yaitu :

1. Perencanaan (planning),

2. Pengorganisasian (organizing),

3. Pemberian perintah (commanding),

4. Pengkoordinasian (coordinating), dan

5. Pengawasan (controlling)

Urwick dan Gulick : Mooney dan Reilly

Luther Gulick dan Lydall Urwick , menggunakan pengalaman manajerial mereka dalam menguraikan prinsip-prinsip Fayol, yang tercermin dalam dua makalahny A technical Problem dan The Function of Administration. Dalam makalah-makalah mereka, Gulick dan Urwick memperkenalkan prinsip-prinsip yang berhubungan dengan pembagian kerja , koordinasi , penciptaan departemen-departemen yang disusun atas dasar “tujuan. Proses, personalia, dan tempat “ dan penggunaan staff.Urwick terutama melihat kesulitan – kesulitan administrasi ,penerapan kaidah-kaidah organisasi (terutama birokrasi) dalam praktek, sehingga dia mengembangkan teknik-teknik penerapannya yang kemudian dikenal dengan Urwick’s Technique.

Di Amerika Serikat, James D.Mooney dan Allen Reilly dalam tahun 1931 menulis dan menerbitkan buku mereka, Onward Industry di mana buku ini mempunyai dampak besar pada praktek manajemen di Amerika. Mereka menekankan 3(tiga) prinsip organisasi yang mereka teliti dan temukan telah dijalankan dalam organisasi-organisasi pemerintahan, agama, militer, dan bisnis. Ketiga prinsip tersebut adalah :

1. Prinsip Koordinasi

2. Prinsip Skalar

3. Prinsip Fungsional

 

Manajemen Ilmiah

Manajemen ilmiah dikembangkan oleh Frederick Winslow Taylor. Teori manajemen ilmiah masih banyak dijumpai dalam praktek-praktek manajemen modern. Dalam buku-buku literature, manajemen ilmiah sering diartikan berbeda. Arti pertama, manajemen ilmiah merupakan penerapan masalah-masalah organisasi. Sedangkan arti kedua, manajemen ilmiah adalah seperangkat mekanisme-mekanisme atau teknik-teknik.

F.W. Taylor menuangkan gagasannya dalam tiga makalah yaitu Shop Management , The Principles of Scientific yang menghasilkan empat kaidah dasar manajemen yang harus dilaksanakan dalam organisasi perusahaan , yaitu :

1. Menggantikan metode-metode kerja dalam praktek dengan berbagai metode yang dikembangkan atas dasar ilmu pengetahuan tentang kerja ilmiah yang benar.

2. Mengadakan seleksi, latiahn-latiahan, dan pengembangan para karyawan secara ilmiah, agar memungkinkan para karyawan bekerja sebaik-baiknya sesuai dengan spesialisasinya.

3. Pengembangan ilmu tentang kerja serta seleksi, latihan dan pengembangan secara ilmiah harus diintegrasikan, sehingga para karyawan memperoleh kesempatan untuk ,encapai tingkat upah yang tinggi, sementara manajemen dapat menekan biaya produksi menjadi rendah.

4. Untuk mencapai manfaat manajemen ilmiah, perlu dikembangkan semangat dan mental para karyawan melalui pendekatan antara karyawan dan manajer sebagai upaya untuk menimbulkan suasana kerja sama yang baik.

 

Teori Klasik : Anatomi Organisasi Formal

Tiga unsure pokok organisasi formal yang selalu muncul dalam leteratur-leteratur manajemen adalah :

1. Sistem kegiatan yang terkoordinat.

2. Kelompok orang.

3. Kerjasama untuk mencapai tujuan.

Organisasi formal adalah system kegiatan yang terkoordinasi dari sekelompok orang yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan di bawah kekuasaan dan kepemimpinan.

Menurut para pengikut aliran teori organisasi klasik, adanya suatu organisasi bergantung pada empat kondisi pokok yang harus ada sebelum “kesatuan kegiatan” (unity of action) adalah sebagai berikut :

1. Kekuasaan, bisa demokratis atau teoritis, hal ini disebut sebagai sumber pengorganisasian tertinggi.

2. Saling melayani, yang merupakan legitimasi social pada organisasi.

3. Doktrin, dalam arti sederhana, hal ini merupakan rumusan tujuan organisasi.

4. Disiplin, diartiakan sebagai perilaku yang ditentukan oleh perintah atau pengendalian diri.

Tiang dasar teori organisasi formal adalah :

1. Pembagian kerja

2. Proses scalar dan fungsional, proses pertumbuhan vertical dan horizontal organisasi

3. Struktur, hubungan antara berbagai kegiatan berbeda yang dilaksanakan di dalam suatu organisasi.

4. Rentang kendali (span of control)

 

 

Teori Organisasi Neoklasik

Teori Neoklasik dikembangkan atas dasar teori klasik. Teori Neoklasik merubah, menambah, dan dalam banyak hal memperluas teori klasik. Teori Neoklasik didefinisikan sebagai suatu organisasi sebagai kelompok dengan tujuan bersama. Bila pada teori klasik banyak menitik beratkan pembahasannya pada struktur, tata tertib, organisasi formal, factor-faktor ekonomi dan rasionalitas tujuan sedangkan teori neoklasikbanyak menekankan pentingnya aspek social dalam pekerjaan atau organisasi informal dan aspek psikologis (emosi).

 

Perkembangan Teori Neoklasik

Perkembangan teori neoklasik dimulai dengan inspirasi percobaan-percobaan yang dilakukan di Hawthorne, serta tulisan Hugo Munsterberg. Pendekatan neoklasik ditemukan juga di dalam buku-buku tentang hubungan manusiawi seperti Gardener dan Moore, Human Ralation in Industry dan sebagainya.

Hugo Munsterberg

Sebagai pencetus psikologi industry yang diakui luas, Hugo Munsterberg menulis bukunya yang paling menonjol, Psychology and Industrial EfficiencyI,pada tahun 1913. Buku ini merupakan jembatan penting antara manajemen ilmiah dan perkembangan lebih lanjut teori neoklasik yang berkembang sekitar tahun 1930-an. Pada dasarnya Munsterberg menekankan adanya perbedaan-perbedaan karakteristik individual dalam organisasi-organisasi.

Percobaan-percobaan Hawthone

Percobaan Hawthone dimulai tahun 1924 di pabrik Hawthorne milik perusahaan Western Electric di Cicero, Illinois, dekat Chocago, dan disponsori oleh National Research Council (Lembaga riset Nasinal). Studi Hawthorne memperkenalkan gagasan bahwa organisasi adalah suatu system terbuka dimana segmen-segmen teknis dan manusiawi saling berkaitan erat . Studi tersebut juga menekankan pentingnya sikap karyawan dalam era dimana insentif upah dan kondisi kerja phisik sering dipandang sebagai satu-satunya factor yang menetukan produktivitas. Akhirnya percobaan Hawthorne menunjukan bagaimana kegiatan kelompok-kelopmpok kerja kohesif sangat berpengaruh pada operasi organisasi.

 

Pandangan Neoklasik Terhadap Organisasi Informal

Titik tekanan teori neoklasik adalah dua elemen poko dalam organisasi yaitu perilaku individu dan kelompok pekerja. Organisasi informal muncul sebagai tanggapan akan kebutuhan social manusia – kebutuhan untuk berhungan dengan orang lain.

Factor – factor yang dapat menentukan munculnya organisasi informal antara lain :

1. Lokasi , untuk membentuk suatu kelompok orang harus mempunyai kontak tatap muka yang ajeg.

2. Jenis pekerjaan, ada kecenderungan bahwa manusia yang melaksanakan jenis pekerjaan yang sama akan membentuk kelompok bersama.

3. Minat, perbedaan minat di antara mereka menjelaskan mengapa muncul beberapa organisasi informal yang kecil, di samping satu yang besar.

4. Masalah-masalah khusus,

 

Teori Organisasi Modern

Aliran besar ketiga dalam teori organisasi dam manajemen adalah teori modern atau disebut juga analisa system pada organisasi. Teori modern melihat semua unsure sebagai satu kesatuan. Teori modern mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu system tertutup yang berkaitan erat dengan lingkungan yang stabil tetapi organisasi adalah suatusistem terbuka yang harus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungannya.

Dasar Pemikiran Teori Organisasi Modern

Teori organisasi dan manajemen modern dikembangkan sejak tahun 1950. Teori modern dengan tekanan pada perpaduan (synthesis) dan perancangan (design), menyediakan pemenuhan suatu kebutuhan yang menyeluruh.

Teori modern bias disebut sebagai teori organisasi dan manajemen umum yang memadukan teori klasik dan neoklasik dengan konsep-konsep yang lebih maju. Ini dilakukan dengan memandang organisasi sebagai suatu proses dinamis yang terjadi dengan dan dalam hal-hal yang umum, dikendalikan oleh sruktur.

Teori modern menyebutkan bahwa kerj suatu organisasi adalah sangat kompleks, dinamis, multilevel, multidimensional, multi variable, dan probabilistic. Sebagai suatu system, organisasi terdiri atas 3 (tiga) unsure ,yaitu :

1. Unsure struktur yang bersifat makro

2. Unsure proses yang juga bersifat makro

3. Unsure perilaku anggota organisasi yang bersifat mikro.

Ketiga unsure ditas saling kait-mengait dan sebenarnya tak terpisahkan satu sama lain.

Teori Sistem Umum

Teori system umum merupakan suatu aspek analisis organisasi yang berusaha untuk menemukan kaidah-kaidah umum organisasi yang berlaku universal. Tujuan teori system umum adalah penciptaan suatu ilmu pengetahuan organisasional universal dengan menggunakan elemen-elemen dan proses-proses umum seluruh system sebagai titk awal.

Ada beberapa tingkatan system yang harus diintegrasikan. Kenneth Boulding mengemukakan klasifikasi tingkat-tingkat system sebagai berikut :

1. Struktur static

2. Sistem dinamik sederhana

3. Sistem sibernetik

4. System terbuka

5. System genetika social

6. System hewani

7. System manusiawi

8. System social

9. System transdental

Konsep system ini menjadi dasar utama analisa organisasi akan teori organisasi modern. Teori organisasi modern mempunyai kesamaan dengan teori system umum dalam cara memandang organisasi sebagai sesuatu yang terintegrasi.

 

Teori Organisasi dalam Suatu Kerangka Sistem

Teori organisasi modern adalah multidisipliner yang konsep-konsep dan teknik-tekniknya dikembangkan dari banyak bidang studi. Teori modern berusaha untuk memberikan sintesa yang menyeluruh bagian-bagian yang berhubungan dengan semua bidang studi tersebut untuk mengembangkan suatu teori organisasi yang diterima umum. Hal ini sering disebut analisa system pada organisasi.

Factor-faktor yang membedakan kualitas teori organisasi modern dengan teori-teori lainnya adalah dasar konseptual – analitiknya, ketergantungannya pada data riset empiric, dan di atas semuanya, sifat pemaduan dan pengintegrasikannya. Kualiatas-kualitas ini merupakan kerangka filosofi yang diterima sebagai suatu cara untuk mempelajari organisasi sebagai suatu system.

 

Bagian-bagian dari system dan saling ketergantungannya.

1. Individu dan struktur kepribadiannya yang diberikan kepada organisasi.

2. Penentuan fungsi-fungsi formal, yang biasa disebut organisasi formal.

3. Organisasi informal.

4. Struktur status dan peranan.

5. Lingkungan phisik pelaksanaan pekerjaan.

 

Proses-proses hubungan dalam system.

Teori organisasi modern menunjukkan tiga kegiatan proses hubungan universal yang selalu muncul pada system manusia dalam perilakunya berorganisasi. Ketiga proses tersebut adalah

1. komunikasi ,

2. berusaha untuk mencapai keseimbangan, dan

3. pengambilan keputusan.

Tujuan-tujuan organisasi

Organisasi mempunyai tiga tujuan utama yang saling berhubungan. Tujuan-tujuan tersebut adalah pertumbuhan, stabilitas, dan interaksi. Ketiga tujuan organisasi itu akan membedakan bentuk organisasi dengan tingkat kompleksitas yang berbeda-beda. Persamaan dalam tujuan-tujuan tersebut juga telah diteliti oleh para ahli sejalan dengan pengembangan teori system umum.

 

Pendekatan - Pendekatan Manajemen

 

Pendekatan Proses

Pendekatan proses dalam manajemen juga disebut pendekatan fungsional, operasional, universal, tradisional atau klasik. Para pencetus pendekatan ini bermaksud untuk mengindetifikasikan fungsi-fungsi manajemen dan kemudian menetapkan prinsip-prinsip dasar organisasi dan manajemen. Empat prinsip pendekatan proses klasik yang penting adalah 1) kesatuan perintah, 2) persamaan wewenang dan tanggung jawab, 3) rentang kendali yang terbatas, dan 4) delegasi pekerjaan-pekerjaan rutin.

 

Pendekatan Keperilakuan

Pendekatan ini sering disebut pendekatan hubungan manusiawi (human relation approach). Pendekatan hubungan manusiawi dalam usahanya melengkapi pendekatan klasik, banyak menggunakan pandangan sosiologi dan psikologi. Oleh karena itu, pusat bahas pendekatan ini adalah perhatian terhadap para karyawan secara individual dan kelompok kerja.

 

Pendekatan Kuantitaif

Pendekatan kuantitif (quantitative approach) sering dinyatakan dengan istilah management science atau operations research (OR). Pendekatan ini terutama memandang manajemen dari perspektif model-model matematis dan proses-proses kuantitaif.

Menurut pendekatan kuantitatif, masalah-masalah manajemen dpata dirumuskan dan dijabarkan dalam berbagai bentuk model matematis dan kemudian dianalisa serta dipecahkan dengan menggunakan berbagai teknik atau metode kuantitaif untuk memperoleh hasil optimum.

 

Pendekatan Sistem

Pendekatan system dalam manajemen merupakan pendekatan yang ditetapkan paling akhir, dan dapat dipahami dengan sudut pandangan teori system umum atau analisis system. Pendekatan system terutama menekankan saling ketergantungan dan keterkaitan bagian-bagian organisasi sebagai keseluruhan. Pendekatan ini memberikan kepada manajemen cara memandang organisasi sebagai keseluruhan dan sebagai bagian lingkungan eksternal yang lebih luas. Organisasi dipandang sebagai system terbuka dan pada hakekatnya merupakan proses transformasi berbagai

masukan yang menghasilkan keluaran

 

Pendekatan Contingency (Situasional)

Pendekatan Contingency muncul karena ketidakpuasan atas anggapan keuniversalan dan kebutuhan untuk memasukkan berbagai variable lingkungan ke dalam teori dan praktek manajemen. Ada tiga komponen pokok dalam lerangka konseptual untuk pendekatan contingency : lingkungan , konsep-konsep dan teknik-teknik manajeman, dan hubungan kontingensi antara keduanya.

 

Jumat, 12 Oktober 2012

TULISAN 4 (teori organisasi umum)



Berbagi Cahaya Seperti Lilin

Sebatang lilin memang bisa mengusir kegelapan, namun tak sepenuhnya bisa berpijar dan menerangi seisi ruangan, tapi perhatikan ketika api lilin tadi kita gunakan untuk menyalakan lilin-lilin lainnya. Ketika sejumlah lilin serempak menyala. Sinarnya mulai mampu menerangi sekelilingnya.

perhatikan pula ketika lilin membagi nyalannya kepada lilin lainnya. Apakah lilin tadi kehilangan cahayanya ? sama sekali tidak, bukan saja lilin tadi tak kehilangan sinarnya , bahkan secara bersama-sama dia mampu melipat gandakan sinarnya dan menerangi ruangan. Ya lilin memang tak pernah ragu untuk membagi cahayanya , makin lama di sekitarnya. Makin lama di sekitarnya semakin benderang dan tak pernah kehilangan cahayanya.

seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan seyogyanya bisa menangkap hakikat filosofi lilin. Dengan mengajarkan dan mengamalkan ilmunya, seseorang tak akan kehilangan ilmunya. Yang terjadi justru ia membuka pengetahuan dan waawasan orang yang di ajarnya, sehingga orang tadi pun ibarat lilin mampu berbuat lebih banyak untuk masyarakat di sekitarnya. Hasilnya, dengan berbagi ilmu pengetahuan dan bahu membahu kita bisa lebih optimal dibandingkan bila kita mengerjakannya.

memang terkadang masih ada orang yang enggan berbagi ilmu, khawatir orang yang kita ajarkan menjadi lebih pandai dari dirinya sendiri . pendapat seperti ini sudah harus dikuburkan. Ketika seseorang membagi ilmu, tentu ia akan semakin pandai dia pun harus terus belajar untuk menguasai ilmunya. Dengan cara ini bukan hanya ilmu nya yang akan bertambah dia pun akan menjadi lebih profesional di bidangnya.

Namun , kalau pun para ”murid”nya berpijar lebih bersinar melebihi sinarnya , apakah tidak cukup bangga dengan benderang yang di hasilkan bersama , yang bermula dari nyala yang kecil ,berkat ilmu pengetahuan yang disebarkan dan di amalkan lbih banyak individu maupun masyarakat yang bisa memetik hasilnya.

Mari menjadi lilin untuk terus bersinar bersama-sama.

TULISAN 3 (teori organisasi umum

Layanan perbankan 24 jam ???

Apakah layanan perbankan 24 jam itu ??
pada era teknologi yang berkembang begitu pesatnya seperti saat ini , perbankkan di tuntut untuk lebih cepat , mudah , dan fleksibel. pelayanan internet banking , sms bangking , call banking , ATM machine , CDM ( Cash Deposit Machine ) merupakan jawabannya .

Untuk kali ini saya akan mencoba menjelaskan lebih mendalam lagi tentang internet bangking ,
 internet banking menjawab tuntutan nasabah yang menginginkan servis cepat , aman , nyaman , murah , tersedia 24 jam , dan tentunya anda bisa mengaksesnya dimana saja , baik dari telpon selluler maupun dari laptop .

pengaturan internet bangking tidak terlepas dari Undang-Undang perbangkan Nomor 7 Tahun 1992 beserta Undang-Undang perubahannya , yakni UU Nomor 10 Tahun 1998. peraturan lain yang didalamnya terdapat ketentuan mengenai internet banking adalah peraturan Manajemen Resiko  dalam penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum. Internet banking disini disebut dengan istilah electronic banking.

Internet banking dirilis di Indonesia Tahun 1998. yang di tawarkan internet banking itu adalah nasabah dapat mengecek saldo , mengirim uang , membayar tagihan , memperoleh informasi suku bunga dan nilai tukar mata uang serta mendapat pelayanan lain .

Meski menawarkan sejumlah manfaat faktanya minat nasabah akan menggunakan sms banking masih rendah . jumlah nasabah di Indonesia pengguna internet banking tahun 2001 sebanyak 293.351 orang . jumlah ini meningkat menjadi 424.063 di tahun 2004 . jika dilihat dari jumlah pengguna internet di indonesia , perkembangan internet banking seharusnya bisa lebih masif .

Dari data yang dirilis www.internetworldstats.com , pengguna internet di Indonesia tumbuh 1.150 persen dalam 10 tahun terakhir . Tahun 2008 total pengguna internet mencapai angka 25 juta orang dari populasi 238 juta jiwa .

Terus kenapa dund yah ????
aya naon ieu ???
Begini loh rupanya ,
Pertama , kualitasnya si internet banking belum merata , nasabah sering kali gagal dalam ber transaksi , yang mengakibatkan kekecewan .
Kedua , keandalan dan keamanan . beberapa modus kejahatan kerap kali terjadi antara lain seperti website forging (modus dimana pelaku kejahatan membuat tampilan dan alamat domain situs persis dengan situs web yang asli). Nasabah terkecoh dan pelaku dengan mudah memperoleh username dan password. seperti sms banking , internet banking juga belum punya regulasi khusus atau lex specialist (hukum yang bersifat khusus yang mengenyampingkan hukum yang bersifat umum (lex generalist) ). Akibatnya ketentuan proteksi nasabah  kurang dibidik sehingga nasabah belum percaya 100 persen.
Penerapan internet banking bisa menjadi sarana strategis untuk mendorong kompetisi antar bank. Tak hanya itu, internet banking juga mendorong perekonomian yang efektif dan efisien.

Karena itu, penerapan internet banking harus terus di dorong. Bank harus memperbaiki kualitas pelayanannya pemerintah melengkapi ketentuan hukumnya. Dan nasabah harus mulai membiasakan diri menggunakan layanan tersebut.

kalau menurut pandangan pribadi saya sebagai orang yang bekerja di bank , fasilitas yang di berikan untuk saat ini sudah cukup baik , dengan adanya e-banking nasabah tak perlu repot antre, tak perlu membuang waktu sehingga kegiatan bisnis anda menjadi lebih lancar , efektif dan lebih efisien.



Sabtu, 06 Oktober 2012

Tugas 1 organisasi (teori organisasi umum)



Pengertian organisasi

Pengertian organisasi adalah sebuah perkumpulan atau wadah bagi sekelompok orang untuk bekerjasama, terkendali dan terpimpin untuk tujuan tertentu. Organisasi biasanya memanfaatkan suatu sumber daya tertentu misalnya lingkungan, cara atau metode, material, mesin, uang dan beberapa sumberdaya lain dalam rangka mencapai tujuan oraganisasi tersebut. Orang-orang yang terkumpul dalam sebuah organisasi sepakat untuk mencapai tujuan tertentu melalui suatu sumber daya secara sistematis dan rasional yang terkendali dan adanya pemimpin organisasi yang akan memimpin operasional organisasi dengan terencana.

Pada dasarnya pengertian organisasi dapat dibedakan menjadi dua
macam, yaitu organisasi dalam arti  statis (sebagai sesuatu yang tidak
bergerak/diam), dan organisasi dalam arti  dinamis (organisme sebagai
suatu organ yang hidup, suatu organisme yang dinamis/proses kerjasama
antara orang-orang yang tergabung dalam suatu wadah tertentu untuk
mencapai tujuan bersama seperti yang telah ditetapkan secara bersama
pula.
Organisaasi ditandai adanya kepemimpinan, dan hal ini termasuk
kedalam  salah satu faktor penting bagi  keorganisasian, seperti ungkapan
Davis yang menyebutkan bahwa "Organization is any group of individual
that is working toward some common end under leadership."(organisasi
adalah suatu kelompok orang yang sedang bekerja ke arah tujuan
bersama dibawah kepemimpinan  (Davis, 1951,)
Tiada organisasi tanpa pemimpin. Courtois berpendapat bahwa
"kelompok tanpa pemimpin seperti tubuh tanpa kepala, mudah menjadi
sesat, panik, kacau, anarki" (Oey Liang Lee, "Kepemimpinan"; basis, XII-
1, Oktober 1962: 5), dan lebih lanjut dikemukakan bahwa "Sebagian besar
umat manusia memerlukan pemimpin, bahkan mereka tidak menghendaki
yang lain dari pada itu".
Dari bukti tersebut nampak dengan tegas bahwa kepemimpinan
merupakan masalah sentral dalam kepengurusan organisasi, bahkan
maju mundurnya organisasi, dinamis statisnya organisasi, tumbuh
kembangnya organisasi, serta temapai tidaknya tujuan organisasi ,
sebagian diterapkan oleh tepat tidaknya kepemimpinan yang diterapkan
dalam organisasi yang bersangkutan.
Teori organisasi adalah suatu konsepsi, pandangan, tinjauan, ajaran,
pendapat atau pendekatan tentang pemecahan masalah organisasi
sehingga dapat lebih berhasil bahkan pada gilirannya organisasi dapat
mencapai sasaran yang ditetapkan, adapun yang dimaksud masalah itu
sendiri adalah segala sesuatu yang memerlukan pemecahan dan
pengambilan keputusan.
Masalah yang dihadapi oleh organisasi sangat kompleks dari setiap
masalah organisasi yang sangat kompleks itu memunculkan berbagai
kajian untuk lebih memahami efektifitas organisasi. Dari usaha intelektual
itu kemudian berkembanglah berbagai teori organisasi dengan berbagai
kaidah dan rumusnya.
Dalam hal ini Atmosudirjo mengemukakan bahwa teori organisasi
modern dalam ilmu administrasi dapat dibagi menjadi lima golongan, yaitu
: (1) teori organisasi klasi (2) teori hubungan antar manusia (3) teori
proses (4) teori perilaku dan (5) teori sistem  (The System theory of
Organization)
Selanjutnya Atmosudirjo memandang bahwa organisasi sebagai
suatu jaringan daripada berbagai macam sistem yang bertalian satu sama
lain, serta bekerja dan bergerak berdasarkan tata-kaitan sistem-sistem 3
tertentu.
Etzzioni dalam buku yang berjudul  ”Modern Organization”
mengentukakan empat macam teori organisasi, yaitu: (1) teori klasik
(aliran manaajemen ilmiah /  scientific management) (2) aliran hubungan
manusia (human relations) (3) sistem pendekatan strukturalis yang
merupakan titik temu antara teori klasik dan aliran hubungan manusia)
dan (4) teori pembuatan keputusan
Dalam uraian ini akan dijelaskan tentang 9 macam teori organisasi
yaitu teori organisasi klasik, teori organisasai birokrasi, teori organisasi
human relations, teori organisasi perilaku, teori proses, teori organisasi
kepemimpinan, teori organisasi fungsi, teori organisasi pembuatan
keputusan dan teori organisasi kontingensi.

Pengertian Organisasi Menurut Para Ahli
1.Menurut Stoner, pengertian oraganisasi adalah suatu pola hubungan tertentu antara orang-orang dibawah pengarahan atasan (pimpinan) untuk mengejar tujuan bersama.

2.James D. Mooney berpendapat, pengertian organisasi adalah suatu sistem aktifitas orang-orang yang terdiri dari dua orang atau lebih yang bekerjasama.

3.Menurut Chester I. Bernard organisasi adalah aktifitas kerjasama yang dilakukan dua orang atau lebih .

4.Sedangkan Stephen P. Robbins menyatakan sebuah organisasi merupakan suatu kesatuan sosial yang secara sadar dikoordinasi dengan suatu batasan yang telah ditentukan yang bekerjasama secara terus menerus untuk mencapai satu atau sekelompok tujuan bersama.

Organisasi dipandang sebagai wadah atau sebagai proses yang berarti :
a. Organisasi sebagai proses pencapaian tujuan yang ditetapkan sebelumnya,
b. Organisasi merupakan wadah daripada sekelompok orang (group of people) yang mengadakan kerjasama untuk mencapai tujuan bersama.
c. Organisasi sebagai wadah atau tempat di mana administrasi dan manajemen dijalankan yang memungkinkan administrasi dan menajemen administrasi dan manajemen.itu bergerak sehingga memberi bentuk pada administrasi dan manajemen .
Pengertian / Definisi Organisasi Informal dan Organisasi Formal
Organisasi Formal
1. Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan 
diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang 
rasional. Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.
2. Organisasi Informal
Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada 
suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari. Contoh : Arisan ibu-ibu 
sekampung, belajar bersama anak-anak sd, kemping ke gunung pangrango rame-
rame dengan teman, dan lain-lain.

Organisasi informal
Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan. Selain itu, organisasi juga dibedakan menjadi organisasi primer dan organisasi sekunder menurut Hicks:
• Organisasi Primer, organisasi semacam ini menuntut keterlibatan secara lengkap, 
pribadi dan emosional anggotanya. Mereka berlandaskan ekspektasi rimbal balik 
dan bukan pada kewajiban yang dirumuskan dengan eksak. Contoh dari organisasi 
semacam ini adalah keluarga-keluarga tertentu.
• Organisasi Sekunder, organisasi sekunder memuat hubungan yang bersifat 
intelektual, rasional, dan kontraktual. Organisasi seperti ini tidak bertujuan 
memberikan kepuasan batiniyah, tapi mereka memiliki anggota karena dapat 
menyediakan alat-alat berupa gaji ataupun imbalan kepada anggotanya. Sebagai 
contoh organisasi ini adalah kontrak kerjasama antara majikan dengan calon karyawannya dimana harus saling setuju mengenai seberapa besar pembayaran gajinya.



Adapun struktur organisasi formal


struktur organisasi informal, yaitu :
1. Organisasi informal adalah hubungan pribadi dalam organisasi yang mempengaruhi putusan di dalam organisasi tersebut tetapi ditiadakan dari skema formal dan tidak panggah dengan struktur formal organisasi.
2. Organisasi informal tumbuh karena berbagai faktor baik ekstern (pendidikan, umur, senioritas, jenis kelamin, latar belakang etnis dan kepribadian), maupun intern (jabatan, upah, jadwal kerja, mobilitas, dan simbol status)
3. Organisasi informal membentuk klik, status dan peranan, norma dan sanksi serta metode kerja sendiri lain dengan aturan formal.
4. Organisasi informal dapat bermanfaat bagi pribadi anggota dan organisasi, namun juga dapat membahayakan organisasi.
5. Organisasi informal berkembang dalam berbagai bentuk.



Argiyris mengemukakan empat bidang utama dimana bidang organisasi formal dan informal berbeda :
1. Hubungan-hubungan antar pribadi. Hubungan-hubungan antar pribadi didalam organisasi formal digambarkan jelas, sedangkan dalam organisasi informal tergantung pada kebutuhan-kebutuhan mereka.
2 Kepemimpinan. Para pemimpin dirancang dan ditentukan dalam formal serta muncul dan dipilih dalam informal.
3. Pengendalian perilaku. Organisasi formal mengendalikan perilaku karyawan melalui penghargaan dan hukuman, sedangkan kelompok informal mengendalikan para anggota dengan pemenuhan kebutuhan.
4. Ketergantungan. Karena kapasitas pemimpin formal terletak pada penghargaan dan hukuman, bawahan-bawahan lebih tergantung dari pada para anggota suatu kelompok informal.
Walaupun ada perbedaan tersebut adalah suatu kesalahan bila menganggap kelompok formal dan informal sebagai dua kesatuan organisasi yang terpisah. Keduanya hidup bersama dan tidak dapat dipisahkan setiap organisasi formal selalu mempunyai organisasi informal dan setiap organisasi informal brkembang dalam berbagai tinkatan formal.

1. Organisasi Lini (Line Organization)

Dalam jenis organisasi ini, pembagian tugas dan wewenang terdapat perbedaan yang tegas antara pimpinan dan pelaksanaan. Peran pimpinan dalam hal ini sangat dominan dimana semua kekuasaan di tangan pimpinan. Oleh sebab itu dalam pelaksanaan kegiatan yang utama adalah wewenang dan perintah. 

Memang bentuk organisasi semacam ini, khususnya didalam institusi-institusi yang kecil sangat efektif karena keputusan-keputusan cepat diambil dan pelaksanaan keputusan juga cepat. Kelemahannya jenis organisasi semacam ini kurang manusiawi, lebih-lebih para pelaksana tugas bawahan hanya dipandang sebagai robot yang senantiasa siap melaksanakan perintah.

2. Organisasi Staf (Staff Organization)

Dalam organisasi ini, tidak begitu tegas garis pemisah antara pimpinan dan staf pelaksana. Peran staf bukan sekedar pelaksana perintah pimpinan namun staf berperan sebagai pembantu pimpinan. Bentuk organisasi semacam ini muncul karena makin kompleksnya masalah-masalah organisasi sehingga pimpinan sudah tidak dapat lagi menyelesaikan semuanya dan memerlukan bantuan orang lain (biasanya para ahli) yang dapat memberikan masukan pemikiran-pemikiran terhadap masalah-masalah yang dihadapi. 

Meskipun organisasi ini lebih baik dari yang pertama karena keputusan-keputusan dapat lebih baik namun kadang-kadang keputusan-keputusan tersebut akan memakan waktu yang lama karena melalui perdebatan-perdebatan yang kadang-kadang melelahkan.

3. Organisasi Lini dan Staf

Organisasi ini merupakan gabungan kedua jenis organisasi yang terdahulu disebutkan (line dan staf). Dalam organisasi ini staf bukan sekedar pelaksana tugas tetapi juga diberikan wewenang untuk memberikan masukan demi tercapainya tujuan secara baik. Demikian juga pimpinan tidak sekedar memberikan perintah atau nasehat tetapi juga bertanggung jawab atas perintah atau nasehat tersebut.

Keuntungan organisasi ini antara lain ialah keputusan yang diambil oleh pimpinan lebih baik karena telah dipikirkan oleh sejumlah orang dan tanggung jawab pimpinan berkurang karena mendapat dukungan dan bantuan dari staf.
Contoh sederhananya lihat bagan organisasi lini dan staf dibawah ini.

Dalam kehidupan sehari-hari apabila unit kerja (departemen, perusahaan dan sebagainya) akan melaksanakan suatu rencana tidak selalu langsung diikuti oleh penyusunan organisasi baru. Struktur organisasi itu biasanya sudah ada terlebih dahulu dan ini relatif cenderung permanen, lebih-lebih struktur organisasi departemen. 

Disamping itu unit-unit kerja tersebut dijabarkan kedalam unit-unit yang lebih kecil dan masing-masing unit-unit kerja yang lebih kecil ini mempunyai tugas dan wewenang yang berbeda-beda (dirjen, direktorat, bidang, seksi, devisi, dan sebagainya). Masing-masing unit kerja tersebut sudah barang tentu akan menyusun perencanaan dan kegiatan-kegiatan. Untuk pelaksanaan rencana rutin cukup oleh staf yang ada sehingga tidak perlu menyusun organisasi baru.

Apabila rencana atau kegiatan tersebut tidak dapat ditangani oleh struktur organisasi yang telah ada biasanya dibentuk, misalnya panitia tim kerja (kelompok kerja), komisi dan sebagainya.

Sabtu, 29 September 2012

Tulisan 2 (teori organisasi umum)


Perkelahian pelajar (TAWURAN)
Perkelahian, atau yang sering disebut tawuran, sering terjadi di antara pelajar. Bahkan bukan “hanya” antar pelajar SMU, tapi juga sudah melanda sampai ke kampus-kampus. Ada yang mengatakan bahwa berkelahi adalah hal yang wajar pada remaja.
Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan, tawuran ini sering terjadi. Data di Jakarta misalnya (Bimmas Polri Metro Jaya), tahun 1992 tercatat 157 kasus perkelahian pelajar. Tahun 1994 meningkat menjadi 183 kasus dengan menewaskan 10 pelajar, tahun 1995 terdapat 194 kasus dengan korban meninggal 13 pelajar dan 2 anggota masyarakat lain. Tahun 1998 ada 230 kasus yang menewaskan 15 pelajar serta 2 anggota Polri, dan tahun berikutnya korban meningkat dengan 37 korban tewas dan yang paling  hangat kasus tawuran antar pelajar ini terjadi pada Senin kemarin, 24 September 2012, tawuran antarpelajar SMA kembali pecah di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan,  Pesertanya lagi-lagi para siswa dari SMA 6 dan SMA 70. Seorang pelajar SMA 6 bernama Alawy Yusianto Putra, meninggal sebagai korban. Tiga orang lagi luka-luka. Terlihat dari tahun ke tahun jumlah perkelahian dan korban cenderung meningkat. Bahkan sering tercatat dalam satu hari terdapat sampai tiga perkelahian di tiga tempat sekaligus.
Tinjauan Psikologi penyebab remaja terlibat perkelahian remaja :
Dalam pandangan psikologi, setiap perilaku merupakan interaksi antara kecenderungan di dalam diri individu (sering disebut kepribadian, walau tidak selalu tepat) dan kondisi eksternal. Begitu pula dalam hal perkelahian pelajar. Bila dijabarkan, terdapat sedikitnya 4 faktor psikologis mengapa seorang remaja terlibat perkelahian pelajar.
1. Faktor internal. Remaja yang terlibat perkelahian biasanya kurang mampu melakukan adaptasi pada situasi lingkungan yang kompleks. Kompleks di sini berarti adanya keanekaragaman pandangan, budaya, tingkat ekonomi, dan semua rangsang dari lingkungan yang makin lama makin beragam dan banyak. Situasi ini biasanya menimbulkan tekanan pada setiap orang. Tapi pada remaja yang terlibat perkelahian, mereka kurang mampu untuk mengatasi, apalagi memanfaatkan situasi itu untuk pengembangan dirinya. Mereka biasanya mudah putus asa, cepat melarikan diri dari masalah, menyalahkan orang / pihak lain pada setiap masalahnya, dan memilih menggunakan cara tersingkat untuk memecahkan masalah. Pada remaja yang sering berkelahi, ditemukan bahwa mereka mengalami konflik batin, mudah frustrasi, memiliki emosi yang labil, tidak peka terhadap perasaan orang lain, dan memiliki perasaan rendah diri yang kuat. Mereka biasanya sangat membutuhkan pengakuan.
2. Faktor keluarga. Rumah tangga yang dipenuhi kekerasan (entah antar orang tua atau pada anaknya) jelas berdampak pada anak. Anak, ketika meningkat remaja, belajar bahwa kekerasan adalah bagian dari dirinya, sehingga adalah hal yang wajar kalau ia melakukan kekerasan pula. Sebaliknya, orang tua yang terlalu melindungi anaknya, ketika remaja akan tumbuh sebagai individu yang tidak mandiri dan tidak berani mengembangkan identitasnya yang unik. Begitu bergabung dengan teman-temannya, ia akan menyerahkan dirnya secara total terhadap kelompoknya sebagai bagian dari identitas yang dibangunnya.
3. Faktor sekolah. Sekolah pertama-tama bukan dipandang sebagai lembaga yang harus mendidik siswanya menjadi sesuatu. Tetapi sekolah terlebih dahulu harus dinilai dari kualitas pengajarannya. Karena itu, lingkungan sekolah yang tidak merangsang siswanya untuk belajar (misalnya suasana kelas yang monoton, peraturan yang tidak relevan dengan pengajaran, tidak adanya fasilitas praktikum, dsb.) akan menyebabkan siswa lebih senang melakukan kegiatan di luar sekolah bersama teman-temannya. Baru setelah itu masalah pendidikan, di mana guru jelas memainkan peranan paling penting. Sayangnya guru lebih berperan sebagai penghukum dan pelaksana aturan, serta sebagai tokoh otoriter yang sebenarnya juga menggunakan cara kekerasan (walau dalam bentuk berbeda) dalam “mendidik” siswanya.
4. Faktor lingkungan. Lingkungan di antara rumah dan sekolah yang sehari-hari remaja alami, juga membawa dampak terhadap munculnya perkelahian. Misalnya lingkungan rumah yang sempit dan kumuh, dan anggota lingkungan yang berperilaku buruk (misalnya narkoba). Begitu pula sarana transportasi umum yang sering menomor-sekiankan pelajar. Juga lingkungan kota (bisa negara) yang penuh kekerasan. Semuanya itu dapat merangsang remaja untuk belajar sesuatu dari lingkungannya, dan kemudian reaksi emosional yang berkembang mendukung untuk munculnya perilaku berkelahi.

Tulisan 1 Teori Organisasi Umum


Tips Memompa Kemauan

Pada dasarnya setiap orang bisa menemukan sendiri jalan untuk memompa kemauannya . Namun , untuk memudahkan sebaiknya anda mencoba beberapa cara . Jika anda disiplin , target yang anda tetapkan bisa tercapai . berikut merupakan beberapa cara yang bisa anda coba dalam memompa kamauan :

1.      Fokuskan perhatian pada apa yang anda miliki . Dari ppda anda sibuk memikirkan apa yang anda tidak memiliki , lebih baik anda fokuskan  pada apa yang anda punya dan mulai memikirkan bagaimana cara memberdayakan apa yang anda miliki tersebut . sertakan dengan kalimat yang membangun seperti “SAYA BISA” , “SAYA MAU” , “SAYA YAKIN” , Kemudian pasang terget yang membuat anda bertambah semangat  , ingat selalu akan hal-hal yang memotivasi anda  .
2.      Bangga saat melakukannya . apapun target anda , semua itu bisa tercapai kalau anda melakukannya  satu persatu . untuk menambah motivasi , bersikaplah bangga dengan prestasi yang telah  anda capai . jangan terpaku pada jalan yang masih panjang yang belum terselesaikan , Kalau perlu hadiahi diri sendiri dengan suatu hal yang telah anda raih .
3.      Buat target yang mudah . lebih baik membuat target yang mudah dari pada membuat target yang berat , karena biasanya target yang berat membuat hati menjadi ciut . target yang kecil membuat anda lebih sedikit kemauan dari pada target yang berat . kjeberhasilan akan membuat anda berani mencoba lagi dan menselesaikan semuanya dengan sukses .
4.      Bila selama ini kemauan anda belum pernah teruji , sebaiknnya jangan memilih target yang memberi perubahan besar dalam anda. Membangun kemauan sama seperti membangun otot . karena itu anda harus melakukan hal-hal biasa yang tak membutuhkan banyak usaha . seperti mematikan keran setelah mandi , mematikan lampu saat hari sudah terang , merapihkan tempat tidur setelah anda bangun tidur .
5.      Jangan mematok target berlebihan . jangan berharap seperti  Crish John bila postur tubuh anda tidak memungkinkan . turunkan target anda menjadi lebih masuk akal . tapi jangan terlalu rendah karena nanti anda tak mempunyai semangat untuk meraihnya .
6.      Pastikan target iru memang impian anda . tanyakan pada diri anda apakah taget ini memang anda inginkan atau hasil paksaan dari orang tua atau orang lain . akan sulit untuk maju jika suatu hal yang akan di capai berdasarkan hasil pemaksaan dari orang lain atau bukan kemauan sendiri .
7.      Buat rencana. Ambil waktu utnuk merencanakan bagaimana anda bisa mencapai target yang telah di tentukan. Cobalah menemukan beberapa cara untuk meraihnya dua pilihan lebih baik dari pada Cuma satu. Tapi jangan juga terlalu banyak rencana karna bissa membuat anda dilema yang berlebihan.
8.      Sampaikan pada teman. Kita cenderung menutupi rencana kita dari orang lain karena khawatir orang lain akan mengejek bila tak tercapai. Sayangnya usaha melindungi diri sendiri justru membuat kemauan melemah. Dengan menyampaikan rencana dan target kita pada orang lain , efek yang dapat anda rasakan justru akan menambah kekuatan si kemauan.  Bahkan , terkadang  bisa membentuk kelompok yang mengalami masalah sejenis . ini akan sangat membantu kita dalam mencapai target. Dukungan semangat serta rasa simpati akan membawa anda dalam keberhasilan bagi usaha kita.
9.      Jangan memaksakan  diri. Bila di tengah proses anda merasa bosan dan mandek. Berhentilah sejenak. Beri kesempatan pada diri anda untuk beristirahat. Tetapi setelah itu jangan lupa melakukan hal-hal yang diperlukan. Sekali kita bisa melakukan hal ini , otomatis anda bisa tahan lebih lama, dan  bahkan akhirnya bisa terbebas dari kebosanan.
10.  Istirahatlah. Berhenti sesaat bukan berarti anda lemah. Malas dan tak disiplin. Malah , sebenarnya anda tengah berada dalam proses memutus kebiasaan yang buruk dan menggantinya dengan yang baru. Jadi jangan terburu-buru putus asa. Dari pada menuduh diri sendiri malas dan payah , sebaiknya anda melihat sisi positifnya. Yaitu mencari sebab mengapa ingin berhenti. Atasi penyebabnya dan lanjutkan usaha anda meraih target yang telah anda rencanakan! Nah dengan tips diatas semoga kemauan anda bukan melagi sebuah kemauan. Melainkan dapat berubah menjadi tindakan nyata yang akan membantu anda mewujudkan sukses.