Sabtu, 06 Oktober 2012

Tugas 1 organisasi (teori organisasi umum)



Pengertian organisasi

Pengertian organisasi adalah sebuah perkumpulan atau wadah bagi sekelompok orang untuk bekerjasama, terkendali dan terpimpin untuk tujuan tertentu. Organisasi biasanya memanfaatkan suatu sumber daya tertentu misalnya lingkungan, cara atau metode, material, mesin, uang dan beberapa sumberdaya lain dalam rangka mencapai tujuan oraganisasi tersebut. Orang-orang yang terkumpul dalam sebuah organisasi sepakat untuk mencapai tujuan tertentu melalui suatu sumber daya secara sistematis dan rasional yang terkendali dan adanya pemimpin organisasi yang akan memimpin operasional organisasi dengan terencana.

Pada dasarnya pengertian organisasi dapat dibedakan menjadi dua
macam, yaitu organisasi dalam arti  statis (sebagai sesuatu yang tidak
bergerak/diam), dan organisasi dalam arti  dinamis (organisme sebagai
suatu organ yang hidup, suatu organisme yang dinamis/proses kerjasama
antara orang-orang yang tergabung dalam suatu wadah tertentu untuk
mencapai tujuan bersama seperti yang telah ditetapkan secara bersama
pula.
Organisaasi ditandai adanya kepemimpinan, dan hal ini termasuk
kedalam  salah satu faktor penting bagi  keorganisasian, seperti ungkapan
Davis yang menyebutkan bahwa "Organization is any group of individual
that is working toward some common end under leadership."(organisasi
adalah suatu kelompok orang yang sedang bekerja ke arah tujuan
bersama dibawah kepemimpinan  (Davis, 1951,)
Tiada organisasi tanpa pemimpin. Courtois berpendapat bahwa
"kelompok tanpa pemimpin seperti tubuh tanpa kepala, mudah menjadi
sesat, panik, kacau, anarki" (Oey Liang Lee, "Kepemimpinan"; basis, XII-
1, Oktober 1962: 5), dan lebih lanjut dikemukakan bahwa "Sebagian besar
umat manusia memerlukan pemimpin, bahkan mereka tidak menghendaki
yang lain dari pada itu".
Dari bukti tersebut nampak dengan tegas bahwa kepemimpinan
merupakan masalah sentral dalam kepengurusan organisasi, bahkan
maju mundurnya organisasi, dinamis statisnya organisasi, tumbuh
kembangnya organisasi, serta temapai tidaknya tujuan organisasi ,
sebagian diterapkan oleh tepat tidaknya kepemimpinan yang diterapkan
dalam organisasi yang bersangkutan.
Teori organisasi adalah suatu konsepsi, pandangan, tinjauan, ajaran,
pendapat atau pendekatan tentang pemecahan masalah organisasi
sehingga dapat lebih berhasil bahkan pada gilirannya organisasi dapat
mencapai sasaran yang ditetapkan, adapun yang dimaksud masalah itu
sendiri adalah segala sesuatu yang memerlukan pemecahan dan
pengambilan keputusan.
Masalah yang dihadapi oleh organisasi sangat kompleks dari setiap
masalah organisasi yang sangat kompleks itu memunculkan berbagai
kajian untuk lebih memahami efektifitas organisasi. Dari usaha intelektual
itu kemudian berkembanglah berbagai teori organisasi dengan berbagai
kaidah dan rumusnya.
Dalam hal ini Atmosudirjo mengemukakan bahwa teori organisasi
modern dalam ilmu administrasi dapat dibagi menjadi lima golongan, yaitu
: (1) teori organisasi klasi (2) teori hubungan antar manusia (3) teori
proses (4) teori perilaku dan (5) teori sistem  (The System theory of
Organization)
Selanjutnya Atmosudirjo memandang bahwa organisasi sebagai
suatu jaringan daripada berbagai macam sistem yang bertalian satu sama
lain, serta bekerja dan bergerak berdasarkan tata-kaitan sistem-sistem 3
tertentu.
Etzzioni dalam buku yang berjudul  ”Modern Organization”
mengentukakan empat macam teori organisasi, yaitu: (1) teori klasik
(aliran manaajemen ilmiah /  scientific management) (2) aliran hubungan
manusia (human relations) (3) sistem pendekatan strukturalis yang
merupakan titik temu antara teori klasik dan aliran hubungan manusia)
dan (4) teori pembuatan keputusan
Dalam uraian ini akan dijelaskan tentang 9 macam teori organisasi
yaitu teori organisasi klasik, teori organisasai birokrasi, teori organisasi
human relations, teori organisasi perilaku, teori proses, teori organisasi
kepemimpinan, teori organisasi fungsi, teori organisasi pembuatan
keputusan dan teori organisasi kontingensi.

Pengertian Organisasi Menurut Para Ahli
1.Menurut Stoner, pengertian oraganisasi adalah suatu pola hubungan tertentu antara orang-orang dibawah pengarahan atasan (pimpinan) untuk mengejar tujuan bersama.

2.James D. Mooney berpendapat, pengertian organisasi adalah suatu sistem aktifitas orang-orang yang terdiri dari dua orang atau lebih yang bekerjasama.

3.Menurut Chester I. Bernard organisasi adalah aktifitas kerjasama yang dilakukan dua orang atau lebih .

4.Sedangkan Stephen P. Robbins menyatakan sebuah organisasi merupakan suatu kesatuan sosial yang secara sadar dikoordinasi dengan suatu batasan yang telah ditentukan yang bekerjasama secara terus menerus untuk mencapai satu atau sekelompok tujuan bersama.

Organisasi dipandang sebagai wadah atau sebagai proses yang berarti :
a. Organisasi sebagai proses pencapaian tujuan yang ditetapkan sebelumnya,
b. Organisasi merupakan wadah daripada sekelompok orang (group of people) yang mengadakan kerjasama untuk mencapai tujuan bersama.
c. Organisasi sebagai wadah atau tempat di mana administrasi dan manajemen dijalankan yang memungkinkan administrasi dan menajemen administrasi dan manajemen.itu bergerak sehingga memberi bentuk pada administrasi dan manajemen .
Pengertian / Definisi Organisasi Informal dan Organisasi Formal
Organisasi Formal
1. Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan 
diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang 
rasional. Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.
2. Organisasi Informal
Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada 
suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari. Contoh : Arisan ibu-ibu 
sekampung, belajar bersama anak-anak sd, kemping ke gunung pangrango rame-
rame dengan teman, dan lain-lain.

Organisasi informal
Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan. Selain itu, organisasi juga dibedakan menjadi organisasi primer dan organisasi sekunder menurut Hicks:
• Organisasi Primer, organisasi semacam ini menuntut keterlibatan secara lengkap, 
pribadi dan emosional anggotanya. Mereka berlandaskan ekspektasi rimbal balik 
dan bukan pada kewajiban yang dirumuskan dengan eksak. Contoh dari organisasi 
semacam ini adalah keluarga-keluarga tertentu.
• Organisasi Sekunder, organisasi sekunder memuat hubungan yang bersifat 
intelektual, rasional, dan kontraktual. Organisasi seperti ini tidak bertujuan 
memberikan kepuasan batiniyah, tapi mereka memiliki anggota karena dapat 
menyediakan alat-alat berupa gaji ataupun imbalan kepada anggotanya. Sebagai 
contoh organisasi ini adalah kontrak kerjasama antara majikan dengan calon karyawannya dimana harus saling setuju mengenai seberapa besar pembayaran gajinya.



Adapun struktur organisasi formal


struktur organisasi informal, yaitu :
1. Organisasi informal adalah hubungan pribadi dalam organisasi yang mempengaruhi putusan di dalam organisasi tersebut tetapi ditiadakan dari skema formal dan tidak panggah dengan struktur formal organisasi.
2. Organisasi informal tumbuh karena berbagai faktor baik ekstern (pendidikan, umur, senioritas, jenis kelamin, latar belakang etnis dan kepribadian), maupun intern (jabatan, upah, jadwal kerja, mobilitas, dan simbol status)
3. Organisasi informal membentuk klik, status dan peranan, norma dan sanksi serta metode kerja sendiri lain dengan aturan formal.
4. Organisasi informal dapat bermanfaat bagi pribadi anggota dan organisasi, namun juga dapat membahayakan organisasi.
5. Organisasi informal berkembang dalam berbagai bentuk.



Argiyris mengemukakan empat bidang utama dimana bidang organisasi formal dan informal berbeda :
1. Hubungan-hubungan antar pribadi. Hubungan-hubungan antar pribadi didalam organisasi formal digambarkan jelas, sedangkan dalam organisasi informal tergantung pada kebutuhan-kebutuhan mereka.
2 Kepemimpinan. Para pemimpin dirancang dan ditentukan dalam formal serta muncul dan dipilih dalam informal.
3. Pengendalian perilaku. Organisasi formal mengendalikan perilaku karyawan melalui penghargaan dan hukuman, sedangkan kelompok informal mengendalikan para anggota dengan pemenuhan kebutuhan.
4. Ketergantungan. Karena kapasitas pemimpin formal terletak pada penghargaan dan hukuman, bawahan-bawahan lebih tergantung dari pada para anggota suatu kelompok informal.
Walaupun ada perbedaan tersebut adalah suatu kesalahan bila menganggap kelompok formal dan informal sebagai dua kesatuan organisasi yang terpisah. Keduanya hidup bersama dan tidak dapat dipisahkan setiap organisasi formal selalu mempunyai organisasi informal dan setiap organisasi informal brkembang dalam berbagai tinkatan formal.

1. Organisasi Lini (Line Organization)

Dalam jenis organisasi ini, pembagian tugas dan wewenang terdapat perbedaan yang tegas antara pimpinan dan pelaksanaan. Peran pimpinan dalam hal ini sangat dominan dimana semua kekuasaan di tangan pimpinan. Oleh sebab itu dalam pelaksanaan kegiatan yang utama adalah wewenang dan perintah. 

Memang bentuk organisasi semacam ini, khususnya didalam institusi-institusi yang kecil sangat efektif karena keputusan-keputusan cepat diambil dan pelaksanaan keputusan juga cepat. Kelemahannya jenis organisasi semacam ini kurang manusiawi, lebih-lebih para pelaksana tugas bawahan hanya dipandang sebagai robot yang senantiasa siap melaksanakan perintah.

2. Organisasi Staf (Staff Organization)

Dalam organisasi ini, tidak begitu tegas garis pemisah antara pimpinan dan staf pelaksana. Peran staf bukan sekedar pelaksana perintah pimpinan namun staf berperan sebagai pembantu pimpinan. Bentuk organisasi semacam ini muncul karena makin kompleksnya masalah-masalah organisasi sehingga pimpinan sudah tidak dapat lagi menyelesaikan semuanya dan memerlukan bantuan orang lain (biasanya para ahli) yang dapat memberikan masukan pemikiran-pemikiran terhadap masalah-masalah yang dihadapi. 

Meskipun organisasi ini lebih baik dari yang pertama karena keputusan-keputusan dapat lebih baik namun kadang-kadang keputusan-keputusan tersebut akan memakan waktu yang lama karena melalui perdebatan-perdebatan yang kadang-kadang melelahkan.

3. Organisasi Lini dan Staf

Organisasi ini merupakan gabungan kedua jenis organisasi yang terdahulu disebutkan (line dan staf). Dalam organisasi ini staf bukan sekedar pelaksana tugas tetapi juga diberikan wewenang untuk memberikan masukan demi tercapainya tujuan secara baik. Demikian juga pimpinan tidak sekedar memberikan perintah atau nasehat tetapi juga bertanggung jawab atas perintah atau nasehat tersebut.

Keuntungan organisasi ini antara lain ialah keputusan yang diambil oleh pimpinan lebih baik karena telah dipikirkan oleh sejumlah orang dan tanggung jawab pimpinan berkurang karena mendapat dukungan dan bantuan dari staf.
Contoh sederhananya lihat bagan organisasi lini dan staf dibawah ini.

Dalam kehidupan sehari-hari apabila unit kerja (departemen, perusahaan dan sebagainya) akan melaksanakan suatu rencana tidak selalu langsung diikuti oleh penyusunan organisasi baru. Struktur organisasi itu biasanya sudah ada terlebih dahulu dan ini relatif cenderung permanen, lebih-lebih struktur organisasi departemen. 

Disamping itu unit-unit kerja tersebut dijabarkan kedalam unit-unit yang lebih kecil dan masing-masing unit-unit kerja yang lebih kecil ini mempunyai tugas dan wewenang yang berbeda-beda (dirjen, direktorat, bidang, seksi, devisi, dan sebagainya). Masing-masing unit kerja tersebut sudah barang tentu akan menyusun perencanaan dan kegiatan-kegiatan. Untuk pelaksanaan rencana rutin cukup oleh staf yang ada sehingga tidak perlu menyusun organisasi baru.

Apabila rencana atau kegiatan tersebut tidak dapat ditangani oleh struktur organisasi yang telah ada biasanya dibentuk, misalnya panitia tim kerja (kelompok kerja), komisi dan sebagainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar